SIMALUNGUN BRANTAS86 – Di bawah kepemimpinan dr H Asri Lidin Tambunan dan Lom Lom Suwondo SS, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meraih penghargaan Terbaik III Kategori Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025 pada Pembukaan Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 Tahun 2026 di Balai Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6/2026).
Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution kepada Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan sebagai bentuk apresiasi atas capaian daerah dalam mendorong realisasi investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam membangun kepercayaan investor di Deli Serdang. Ke depan, kami akan terus mendorong kemudahan berusaha, memperkuat pelayanan publik, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha dan UMKM,” ujarnya usai acara.
Sepanjang tahun 2025, Deli Serdang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp9,178 triliun. Capaian tersebut melampaui target RPJMD Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp7,033 triliun atau mencapai 130 persen. Realisasi investasi tersebut juga melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp8,41 triliun dengan capaian 109 persen.
Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa investasi harus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah daerah tidak hanya perlu menarik investasi dari luar, tetapi juga memperkuat investasi lokal melalui pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
“Kita boleh berharap investasi dari luar daerah maupun luar negeri, tetapi yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan kekuatan dari dalam. Investasi lokal harus tumbuh dan menjadi fondasi ekonomi daerah,” ujar Gubernur.
Gubernur juga meminta seluruh kabupaten/kota menghitung kebutuhan investasi yang diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Selain itu, UMKM didorong untuk naik kelas melalui hilirisasi usaha dan penyusunan feasibility study (FS) yang baik agar lebih mudah mengakses pembiayaan maupun menarik investor.
“Produk UMKM kita sudah banyak dan berkualitas. Yang perlu diperkuat sekarang adalah bagaimana usaha tersebut dikemas menjadi lebih profesional, memiliki perencanaan bisnis yang jelas, dan mampu menarik minat investor,” katanya.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan bahwa sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha di daerah.
“Melalui sensus ekonomi, pemerintah dapat memahami struktur ekonomi daerah, menyusun program pembinaan UMKM yang lebih tepat sasaran, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta membuka peluang investasi yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Statistical Business Register (SBR) yang dipaparkan Harry, pelaku usaha di Sumatera Utara naik dari 1,06 juta di tahun 2006 menjadi 1,55 juta di tahun 2026 dimana 240 ribu ada di Deli Serdang.
“Deli Serdang terbesar kedua setelah Medan. Dengan jumlah yang cukup besar inilah, kami membutuhkan rentang waktu cukup panjang dari biasanya hanya sebulan,” pungkasnya.
Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.
PIISU 2026 berlangsung pada 10–13 Juni 2026 dan dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu se-Sumatera Utara serta penandatanganan kerja sama antara usaha besar dan UMKM.
(Waty)
