SUNGGAL, BRANTAS86,
Pelestarian budaya Batak Toba tidak cukup diwujudkan melalui penggunaan simbol-simbol adat semata. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, nilai, karakter, dan sikap hidup masyarakat dinilai menjadi kunci agar budaya tetap hidup dan dikenali lintas generasi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, saat membuka Seminar Nasional Batak Toba bertajuk “Revitalisasi Nilai Budaya Batak Toba di Era Digital: Warisan untuk Gen Z” di Workshop PT Perissos Andalan Abadi, Jalan Gelugur Rimbun, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa identitas Batak Toba seharusnya tercermin dari perilaku dan karakter masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dari atribut budaya yang dikenakan.
“Jadikan budaya sebagai jati diri kita sehingga dari jauh orang sudah bisa mengenali, itu orang Batak, meski tanpa memakai ulos. Nilai, sikap, dan karakternya sudah mencerminkan identitas Batak Toba,” ujarnya.
Menurut Asri Ludin, masyarakat Batak Toba memiliki warisan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter. Karena itu, revitalisasi budaya perlu terus dilakukan agar nilai-nilai tersebut tetap relevan dan dapat diterima oleh Generasi Z yang tumbuh di era digital.
Ia menilai tantangan perkembangan teknologi tidak boleh menjadi alasan memudarnya budaya. Sebaliknya, kemajuan digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dan mengembangkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya yang digagas masyarakat maupun berbagai pemangku kepentingan.
“Saya mendukung penuh pelestarian budaya Batak Toba. Harapannya, gerakan pelestarian yang dimulai dari Sunggal ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya,” katanya.
Seminar nasional tersebut menjadi ruang diskusi bagi berbagai kalangan untuk membahas strategi menjaga eksistensi budaya Batak Toba di tengah perubahan zaman, sekaligus mendorong generasi muda agar tetap menjadikan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas dan kehidupan mereka sehari-hari. (Waty)
