Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Aceh Dorong Kolaborasi Pemuda, Perbankan, dan Pelaku Usaha Bangun Kemandirian Ekonomi Aceh
Banda Aceh, BRANTAS86, Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Provinsi Aceh sukses menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “Kolaborasi Pemuda, Perbankan, dan Pelaku Usaha dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Aceh” di Aula Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Muhammad Hasbar Kuba, S.H., yang menyampaikan bahwa diskusi publik tersebut merupakan wujud komitmen Gerakan Pemuda Al-Washliyah Provinsi Aceh dalam menghadirkan ruang dialog yang produktif antara pemerintah, dunia perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda guna memperkuat kemandirian ekonomi Aceh.
Dalam laporannya, Hasbar Kuba menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar mampu melahirkan kebijakan, inovasi, dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM dan kewirausahaan pemuda.
Selanjutnya, Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Provinsi Aceh, Dr. Hifjir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi daerah. Ia mengatakan bahwa pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan kewirausahaan.
“Gerakan Pemuda Al-Washliyah ingin menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan generasi muda. Kami berharap forum seperti ini mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi yang dapat diwujudkan menjadi program nyata demi memperkuat kemandirian ekonomi Aceh,” ujar Dr. Hifjir.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, Dr. Yusra Jamali, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, ia mengapresiasi inisiatif Gerakan Pemuda Al-Washliyah Provinsi Aceh yang menghadirkan ruang diskusi yang melibatkan berbagai unsur strategis. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung lahirnya pemikiran-pemikiran konstruktif serta membangun kolaborasi dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
Diskusi publik menghadirkan tiga narasumber, yakni Hadisurya, S.TP., M.T., Sekretaris Komisi III DPR Aceh, yang membahas arah kebijakan pembangunan ekonomi, investasi, dan dukungan legislatif terhadap UMKM; Murhaban, S.HI., M.A., Perwakilan Bank Aceh, yang memaparkan peran sektor perbankan dalam memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan literasi keuangan; serta Yulizar, S.H., M.H., pelaku UMKM, yang berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang pengembangan usaha di Aceh.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa, organisasi kepemudaan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, dunia perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi Aceh yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Gerakan Pemuda Al-Washliyah Provinsi Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum strategis yang mendorong kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.
(AR)
