Jayapura, BRANTAS86, Polda Papua menggelar Sidang Kelulusan Akhir (Pantukhir) Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan terakhir dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Sidang dipimpin oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., dan dihadiri Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Itwasda Polda Papua yang diwakili Kombes Pol. Ramses Sianipar, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Papua, serta seluruh peserta seleksi Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Sebelum pengumuman hasil seleksi, Karo SDM Polda Papua menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen telah dilaksanakan secara objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan peserta yang dinyatakan lulus agar tidak merayakan keberhasilan secara berlebihan, sementara peserta yang belum berhasil diminta tetap berbesar hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
Dalam sidang tersebut diumumkan, dari total 172 peserta yang mengikuti seluruh tahapan seleksi, sebanyak 153 peserta dinyatakan lulus terpilih, terdiri dari 119 peserta pria dan 34 peserta wanita. Sementara itu, 19 peserta lainnya dinyatakan belum lulus terpilih.
Penetapan kelulusan dilakukan secara terbuka dengan menampilkan hasil penilaian seluruh peserta berdasarkan kuota dan kebutuhan formasi pada masing-masing jalur penerimaan, meliputi Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), Bintara Polair, Bintara Intelijen, Bakomsus, Barekpro, Intelijen Spoting, serta Tamtama Polri. Seluruh hasil disampaikan secara transparan di hadapan peserta beserta orang tua dan pendamping yang hadir.
Dalam arahannya, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus terpilih. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal pengabdian sebagai calon anggota Polri yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan integritas.
“Kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengikuti pendidikan. Manfaatkan kesempatan ini untuk membentuk karakter, meningkatkan disiplin, serta menjaga integritas. Jadilah anggota Polri yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi,” tegas Brigjen Pol. Muhajir.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil agar tidak berkecil hati. Menurutnya, kegagalan dalam satu kesempatan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pengalaman berharga untuk terus memperbaiki kemampuan, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan diri lebih baik pada seleksi berikutnya.
Melalui pelaksanaan Sidang Kelulusan Akhir ini, Polda Papua kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang profesional, objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sumber daya manusia Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Waty)
