LUBUK PAKAM – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mempercepat penguatan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Upaya tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat saat Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri III, Akhmad Wiyagus, meninjau fasilitas Cathlab dan Klinik Paru di RSUD H Amri Tambunan, Lubuk Pakam, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, serta jajaran pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa transformasi layanan kesehatan di Deli Serdang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan layanan kesehatan bergerak, serta penyediaan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu penguatan layanan yang kini mulai dirasakan masyarakat adalah beroperasinya fasilitas Cathlab, bantuan dari Kementerian Kesehatan RI yang mulai difungsikan pada tahun 2026. Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah di RSUD H Amri Tambunan sehingga masyarakat tidak perlu lagi banyak bergantung pada rumah sakit di luar daerah.
Data rumah sakit menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, layanan jantung dan pembuluh darah mencatat 4.092 kunjungan rawat jalan serta 1.880 pasien rawat inap. Sementara layanan kanker melayani 1.258 pasien rawat jalan dan 622 pasien rawat inap. Untuk layanan stroke tercatat 2.462 kunjungan rawat jalan dan 392 pasien rawat inap, sedangkan layanan uronefrologi menjadi yang tertinggi dengan 7.985 kunjungan rawat jalan dan 1.141 pasien rawat inap.
“Kami terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas maupun sistem layanan. Untuk penanganan tuberkulosis, kami telah membangun mekanisme rujukan hingga rumah sakit tipe B agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh pelayanan yang optimal,” ujar Bupati.
Meski mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dilakukan, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai kapasitas pelayanan rumah sakit di Deli Serdang masih perlu diperluas.
Menurutnya, saat ini rumah sakit di Deli Serdang baru memiliki sekitar 400 tempat tidur, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 2.100 tempat tidur agar mampu mengimbangi jumlah penduduk dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kapasitas layanan rumah sakit perlu terus diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah pusat akan terus mendukung penguatan sarana dan prasarana kesehatan di daerah,” katanya.
Selain itu, Benjamin mengungkapkan pemerintah pusat akan segera mendistribusikan portable X-ray ke puskesmas di seluruh Indonesia. Alat tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk mendeteksi tuberkulosis, tetapi juga membantu diagnosis berbagai penyakit serta cedera sehingga pelayanan kesehatan primer menjadi lebih cepat dan akurat.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang memanfaatkan data hasil Program Cek Kesehatan Gratis sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan.
“Data yang dipaparkan sangat baik dan menjadi dasar dalam menentukan penanganan penyakit di masyarakat. Pendekatan berbasis data seperti ini yang kami harapkan dapat diterapkan di berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam membangun sektor kesehatan patut diapresiasi.
Ia menjelaskan, Sumatera Utara merupakan salah satu dari 18 provinsi prioritas percepatan penanggulangan tuberkulosis. Dari 6.109 desa dan kelurahan di provinsi tersebut, baru 261 yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB.
Menariknya, Deli Serdang menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Sumatera Utara melalui pembentukan 186 Desa Siaga TB, atau sekitar 47,21 persen dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di kabupaten tersebut.
“Komitmen Bupati dalam memprioritaskan sektor kesehatan sangat baik. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkas Akhmad Wiyagus.
Kunjungan dua wakil menteri ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi layanan kesehatan di Deli Serdang mendapat perhatian pemerintah pusat. Dengan penguatan fasilitas, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta pelayanan yang semakin berbasis data, Deli Serdang diharapkan mampu menjadi salah satu daerah dengan sistem layanan kesehatan yang semakin modern, cepat, dan mudah diakses masyarakat.(Waty)
