DELI SERDANG,BRANTAS86.com
Aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda dalam dua hari terakhir mulai memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2026).
Sebanyak 26 penerbangan dari dan menuju Jakarta dilaporkan terpaksa dibatalkan sejak penerbangan awal sekitar pukul 04.00 WIB hingga Minggu siang. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah keselamatan menyusul adanya potensi sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan operasional pesawat.
Data yang diperoleh dari sejumlah maskapai melalui PT Angkasa Pura Aviasi, pembatalan terjadi pada sejumlah penerbangan rute Jakarta–Kualanamu maupun Kualanamu–Jakarta.
Maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air dan Pelita Air.
Pembatalan tersebut membuat ribuan calon penumpang harus mengubah rencana perjalanan. Sejak pagi, antrean panjang terlihat di sejumlah konter check-in, di antaranya konter B, C dan D.
Para penumpang tampak tertib menunggu giliran untuk melakukan reschedule penerbangan. Sebagian lainnya memilih melakukan refund tiket yang telah dibeli secara daring, kemudian memesan tiket baru untuk keberangkatan Senin (7/9/2026).
Situasi tersebut membuat aktivitas di area keberangkatan Kualanamu lebih padat dibandingkan biasanya. Para calon penumpang terlihat membawa barang bawaan sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya dari pihak maskapai.
Salah seorang calon penumpang, Ika, mengaku harus mengubah seluruh rencana perjalanannya setelah penerbangan Citilink yang akan membawanya menuju Solo melalui Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan.
“Saya tiba di bandara sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian mendapat informasi bahwa penerbangan Citilink saya pukul 10.00 WIB dengan tujuan Solo melalui Jakarta dibatalkan karena faktor alam dan adanya abu vulkanik. Akhirnya harus dilakukan penjadwalan ulang,” ujar Ika.
PT Angkasa Pura Aviasi mengingatkan bahwa jumlah pembatalan penerbangan masih berpotensi bertambah apabila aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau terus mengalami peningkatan.
Terlebih, status aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). Kondisi tersebut membuat maskapai dan pengelola bandara harus terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menerbangkan pesawat.
Rute Jakarta menjadi salah satu yang terdampak karena potensi pergerakan abu vulkanik dapat memengaruhi jalur penerbangan serta keselamatan pesawat.
Meski demikian, kondisi penerbangan pada sejumlah rute domestik lainnya masih berjalan normal. Penerbangan dari Kualanamu menuju Batam dan Pekanbaru, misalnya, masih beroperasi seperti biasa.
Begitu pula dengan sejumlah penerbangan internasional yang hingga Minggu siang belum terdampak oleh sebaran abu vulkanik.
Pihak bandara dan maskapai pun terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik untuk menentukan langkah operasional berikutnya.
Bagi calon penumpang yang penerbangannya terdampak, pihak maskapai memberikan opsi penjadwalan ulang maupun pengembalian dana tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, meskipun konsekuensinya ribuan penumpang harus menunda perjalanan mereka akibat kondisi alam.(Waty)
