DELI SERDANG – Semangat merawat warisan budaya dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa serta sastra mengemuka dalam Festival Bahasa, Sastra, dan Ragam Budaya (Basara) 2026 yang digelar di pelataran Majelis Sastra Melayu Serdang/Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kurnia, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (14/10/2026).
Festival yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra 2026 ini menjadi ruang perjumpaan kreativitas, ekspresi, dan apresiasi budaya bagi masyarakat lintas generasi. Kegiatan tersebut merupakan gerakan kolaboratif Taman Bacaan Masyarakat dan komunitas sastra yang tergabung dalam Ikatan Komunitas Bahasa dan Sastra (IKBAS) Kabupaten Deli Serdang.
Lebih dari sekadar perlombaan, Festival Basara 2026 hadir sebagai upaya menghidupkan kembali kedekatan masyarakat dengan kekayaan bahasa, sastra, dan tradisi budaya daerah di tengah perubahan zaman.
Penanggung jawab Festival Basara 2026, Muhdi Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya pemahaman dan kepedulian sebagian generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan keberagaman budaya.
Menurutnya, diperlukan ruang kreatif yang mampu mendekatkan warisan tersebut kepada masyarakat melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan, sekaligus memberikan nilai edukasi.
“Membaca dan menulis merupakan fondasi penting dalam gerakan literasi. Namun, kita juga perlu menghadirkan kegiatan yang beragam agar masyarakat tidak jenuh, semakin tertarik berkunjung ke taman bacaan, berinteraksi, dan menghasilkan karya,” demikian semangat yang melandasi penyelenggaraan Festival Basara.
Melalui pertunjukan, perlombaan, seminar, dan lokakarya (workshop), literasi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kreativitas, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap identitas budaya.
Semangat tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Hadirkan Perlombaan Lintas Generasi
Festival Basara 2026 menghadirkan beragam perlombaan yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang pendidikan, mulai dari anak usia dini hingga masyarakat umum.
Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi:
– Lomba Mewarnai Aksara Arab Melayu tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).
– Lomba Syair tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.
– Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SMP dan SMA sederajat.
– Lomba Mendongeng tingkat guru.
– Olimpiade Bahasa dan Sastra tingkat umum.
Setiap perlombaan memiliki makna tersendiri dalam memperkenalkan, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan bahasa serta budaya.
Melalui lomba mewarnai aksara Arab Melayu, anak-anak diperkenalkan sejak dini pada salah satu warisan literasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Sementara itu, lomba syair dan musikalisasi puisi menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa, mengolah rasa, serta menuangkan kreativitas melalui karya.
Lomba mendongeng bagi para guru juga menjadi sarana untuk memperkuat keterampilan bertutur sekaligus menghidupkan nilai-nilai pendidikan melalui cerita. Adapun Olimpiade Bahasa dan Sastra memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan dan meningkatkan apresiasi terhadap bahasa serta kesusastraan.
Rangkaian perlombaan tersebut dilengkapi dengan seminar dan lokakarya yang menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan bertukar gagasan.
Dengan demikian, keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari siapa yang meraih kemenangan, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian untuk berekspresi, kemauan untuk terus belajar, serta meningkatnya kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan budaya.
Bunda Literasi Apresiasi Gerakan Komunitas
Festival Basara 2026 turut dihadiri perwakilan Bunda Literasi Kabupaten Deli Serdang, yakni Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Ny. Dona Rudi Akmal Tambunan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Di tengah upaya efisiensi anggaran, menurutnya, kepedulian dan kontribusi komunitas dalam menghadirkan kegiatan literasi dan kebudayaan merupakan bentuk partisipasi positif bagi pembangunan Kabupaten Deli Serdang.
Ia berharap masyarakat, komunitas, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat terus bergandengan tangan membangun daerah melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat gerakan literasi, tetapi juga memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, menggali potensi, dan menjaga kekayaan budaya lokal.
Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Salim, S.P., M.Si., serta perwakilan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, yakni Agus Mulia, Hasan Al Banna, dan Wartono, yang berpartisipasi sebagai juri serta narasumber seminar dan lokakarya.
Hadir pula Sekretaris Kecamatan Tanjung Morawa, Fuad Ihkwan Hasibuan, S.STP., M.M., dan Kepala Desa Limau Manis, Dodi Syahputra.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif komunitas dalam memperkuat kegiatan literasi dan pelestarian kebudayaan di Kabupaten Deli Serdang.
Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan Deli Serdang
Penanggung jawab Festival Basara 2026, Muhdi Kurnia, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia Muhammad Dedi, S.S., beserta seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran demi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para narasumber, dewan juri, peserta, pendamping, komunitas, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Menurut Muhdi, Festival Basara merupakan hasil kerja bersama yang tumbuh dari kepedulian terhadap masa depan bahasa, sastra, dan kebudayaan. Setiap pihak mengambil peran agar warisan tersebut tetap hidup, dikenal, dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Ke depan, Festival Basara diharapkan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan Kabupaten Deli Serdang.
Dukungan masyarakat, komunitas, dan pemerintah dinilai penting agar festival ini semakin berkembang, menjangkau lebih banyak peserta, serta melahirkan talenta dan karya baru di bidang bahasa, sastra, dan kebudayaan.
Dari pelataran Majelis Sastra Melayu Serdang/TBM Kurnia, sebuah harapan kembali ditumbuhkan: anak-anak mengenal aksara warisannya, para pelajar berani menyuarakan karya, para guru terus menghidupkan cerita, dan masyarakat bersama-sama menjaga ingatan budayanya.
Sebab, warisan budaya tidak cukup hanya dikenang. Warisan itu harus dikenalkan, dicintai, dipelajari, dan diteruskan agar tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang.
Merawat Aksara, Menghidupkan Sastra, Menjaga Budaya
Di tanah ini kita menjaga ingatan,
Pada aksara, syair, dan kisah kehidupan.
Jangan biarkan anak kehilangan warisan,
Hingga asing pada akar dan kebudayaan.
Kelak langkah kita mungkin tinggal kenangan,
Namun karya akan meneruskan pengabdian.
Anak cucu merawat yang kita perjuangkan,
Cinta pada bahasa dan budaya menjadi peninggalan.(Waty)
