JAKARTA, BRANTAS86.com
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menunjukkan peran dan kontribusinya dalam menentukan arah masa depan bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM).
Kegiatan berskala nasional yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DKI Jakarta.
Ketua DPW IWO Indonesia DKI Jakarta, Abdul Muis, SE, didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Jaringan Media, Suharyanto, hadir secara langsung mengikuti rangkaian kegiatan yang mempertemukan perwakilan pemuda dan komunitas dari 38 provinsi di Indonesia.
Bagi IWO Indonesia, Indonesia Youth Summit bukan sekadar forum pertemuan anak muda, melainkan ruang untuk membangun keberanian berpikir, memperluas wawasan, serta mendorong lahirnya gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Muis menyampaikan pesan agar generasi muda tidak kehilangan daya kritis di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
“Generasi muda harus tetap kritis, berani menyampaikan ide, dan menyuarakan gagasan-gagasan inovatif. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mengambil bagian sebagai pelaku yang ikut menentukan masa depan bangsa. Pemuda merupakan motor penggerak menuju Indonesia Emas,” ungkap Abdul Muis.
Mengusung tema “Youth for the Future: Leading Change, Creating Impact”, IYS 2026 menjadi wadah dialog, pertukaran pemikiran, serta penyampaian aspirasi pemuda dari berbagai daerah. Forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan solusi yang dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia. Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton dalam persaingan global, tetapi mampu tampil sebagai penggerak perubahan melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkenalkan ekosistem Wirasena yang berlandaskan karakter Patriotik, Gigih, dan Berempati. Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
Kemenpora juga mendorong sinergi lintas kementerian, termasuk bersama Kementerian Ketenagakerjaan, guna memperluas akses peningkatan kapasitas serta kesempatan kerja bagi kalangan pemuda.
Suasana Indonesia Youth Summit 2026 semakin menarik dengan kehadiran Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dalam sesi talkshow bertajuk “Youth Led the Future”, Raffi membahas kepemimpinan generasi muda, literasi digital, serta peluang besar yang dapat dimanfaatkan anak muda di tengah perkembangan teknologi informasi.
Ia mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan besarnya aktivitas digital masyarakat Indonesia untuk membangun personal branding, mengembangkan kreativitas, hingga menciptakan peluang ekonomi produktif.
Tidak hanya berbicara tentang peluang, Raffi juga mengingatkan adanya tantangan serius yang harus dihadapi generasi muda, khususnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi melalui media sosial.
Menurutnya, perjuangan generasi muda saat ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan perjuangan para pahlawan pada masa lalu.
“Jika pahlawan zaman dulu berjuang menggunakan bambu runcing, generasi muda hari ini harus berjuang melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Ini penting agar kita tidak mudah terpecah belah dan tetap bersatu demi menjaga stabilitas nasional,” tegas Raffi Ahmad.
Partisipasi DPW IWO Indonesia DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian organisasi terhadap perkembangan generasi muda, khususnya dalam membangun budaya komunikasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda dituntut tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran berita, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Nilai persatuan, keberanian, dan tanggung jawab harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
IYS 2026 pun menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keberanian generasi muda untuk berpikir, berkarya, berinovasi, dan mengambil tanggung jawab atas perubahan.
Pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang berani berbicara tentang masa depan, melainkan mereka yang mulai bekerja dan memberikan dampak nyata bagi masa depan Indonesia.(Waty)
