Lubuk Pakam, BRANTAS86,
Kabupaten Deli Serdang kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah agenda nasional. Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, secara resmi membuka kegiatan karantina dan retreat Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 di Taman Pramuka Cadika, Lubuk Pakam, Minggu (28/6/2026).
Sebanyak 20 finalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2026. Selama masa karantina, para peserta akan memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan karakter, hingga nilai-nilai bela negara sebagai bekal menjadi duta muda yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Deli Serdang sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh finalis Putri Otonomi Indonesia 2026. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan setiap sesi pembelajaran sebagai kesempatan memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring yang positif antardaerah.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mampu menambah wawasan, memperkuat karakter, mempererat solidaritas, serta menjadi bekal berharga bagi seluruh finalis. Bangun persahabatan, saling belajar, berbagi inspirasi, menghargai perbedaan, serta tunjukkan disiplin dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan,” pesannya.
Menurut Lom Lom, penyelenggaraan Putri Otonomi Indonesia di Deli Serdang juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya, destinasi wisata, serta berbagai potensi daerah kepada generasi muda dari seluruh Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan masyarakat Deli Serdang. Kami berharap para peserta dapat mengenal lebih dekat budaya, kearifan lokal, serta potensi daerah yang kami miliki, sehingga membawa kesan baik ketika kembali ke daerah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menilai kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan semangat kebangsaan.
Ia mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda menghadapi tantangan besar yang dapat memengaruhi identitas bangsa dan rasa nasionalisme.
“Melalui kegiatan ini, para finalis diharapkan tidak hanya menjadi duta otonomi daerah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan semangat cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Menurutnya, pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan oleh generasi muda akan lebih mudah diterima oleh sesamanya. Karena itu, para finalis memiliki peran penting dalam menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat.
Pendalaman materi mengenai bela negara juga diberikan oleh Kepala Bidang Lingkungan Masyarakat Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Inf Ruddy Hermawan, sebagai bagian dari rangkaian pembekalan selama masa retreat.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan Putri Otonomi Indonesia yang berprestasi, tetapi juga figur muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi inspirasi dalam membangun daerah dan memperkuat persatuan bangsa. (Waty)
