Deli Serdang,BRANTAS86.com
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan. Hingga Senin (7/9/2026), sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNO) mengalami pembatalan akibat terganggunya operasional di sejumlah bandara tujuan.
Berdasarkan informasi terbaru, Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) masih ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB.
Kondisi tersebut turut berimbas pada penerbangan yang menghubungkan Kualanamu dengan Jakarta dan Bandung.
Data sementara hingga pukul 13.55 WIB mencatat 49 penerbangan mengalami pembatalan, baik penerbangan dari Kualanamu menuju Jakarta dan Bandung maupun penerbangan sebaliknya.
Penerbangan yang terdampak meliputi rute KNO–CGK dan CGK–KNO, KNO–HLP dan HLP–KNO, serta KNO–BDO dan BDO–KNO.
Meski sejumlah penerbangan terdampak, operasional Bandara Internasional Kualanamu sendiri hingga saat ini tetap berjalan normal.
PT Angkasa Pura Aviasi terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Otoritas Bandara, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk memantau perkembangan kondisi dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan.
Koordinasi tersebut dilakukan dengan tetap menempatkan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama, sekaligus menjaga pelayanan kepada para pengguna jasa bandara.
PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang, terutama mereka yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Jakarta dan Bandung, agar tidak hanya mengandalkan jadwal keberangkatan semula.
Penumpang diminta memeriksa kembali status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Pasalnya, data penerbangan terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan, termasuk kebijakan masing-masing maskapai.
Informasi mengenai perkembangan penerbangan dari dan menuju Kualanamu akan terus diperbarui sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.(Waty)
