DELI SERDANG,Brantas86.com
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung kembali memberi dampak terhadap aktivitas penerbangan di Sumatera Utara. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu harus mengalami penyesuaian operasional.
Sejak Minggu (31/8/2026), gangguan penerbangan mulai terjadi. Sejumlah maskapai terpaksa melakukan perubahan jadwal, menunda penerbangan hingga membatalkan perjalanan demi memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Berdasarkan data sementara hingga Senin (1/9/2026), sedikitnya 20 penerbangan dari dan menuju Kualanamu tercatat dibatalkan. Sementara itu, sejumlah penerbangan lainnya masih mengalami keterlambatan maupun perubahan jadwal.
Jika dihitung sejak Minggu, jumlah penerbangan yang telah diinformasikan batal mencapai 21 penerbangan.
Namun, angka tersebut masih dapat berubah. Kondisi sebaran abu vulkanik yang dinamis membuat situasi operasional penerbangan terus dipantau dan keputusan masing-masing maskapai dapat berubah sewaktu-waktu.
Kualanamu Sempat Ditutup
Dampak abu vulkanik juga membuat operasional Bandar Udara Internasional Kualanamu sempat dihentikan sementara.
Melalui NOTAM A3250/26, AirNav Indonesia menginformasikan penutupan sementara aerodrome Kualanamu pada Senin (1/9/2026), mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB.
Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.
Informasi penutupan bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi abu vulkanik serta hasil pemantauan dan keputusan otoritas penerbangan.
PT Angkasa Pura Aviasi bersama stakeholder terkait hingga kini terus melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi di lapangan. Setiap keputusan operasional penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.
Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandar Udara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi terkini. Penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Dedy menambahkan, koordinasi dengan seluruh pihak akan terus dilakukan sampai kondisi operasional penerbangan kembali normal.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Di tengah kondisi yang masih berubah, PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Kualanamu untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.
Penumpang diminta secara berkala mengecek kembali status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Masyarakat juga diimbau mengikuti setiap perkembangan melalui sumber informasi resmi.
PT Angkasa Pura Aviasi memastikan pembaruan mengenai kondisi operasional Kualanamu akan terus disampaikan mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi dari otoritas penerbangan dan pihak terkait.
Dengan kondisi Gunung Sinabung yang masih menjadi perhatian, calon penumpang diharapkan mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal perjalanan dan tetap mengutamakan keselamatan.
