BUPATI ACEH TIMUR ALIHKAN ANGGARAN MOBIL DINAS UNTUK BANGUN JEMBATAN ALUE MIRAH
Aceh Timur Brantas86 – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memastikan bahwa pembangunan Jembatan Alue Mirah di Kecamatan Pante Bidari akan segera direalisasikan pada tahun 2025. Jembatan yang ambruk sejak tahun 2023 itu merupakan akses vital masyarakat lintas kecamatan, khususnya penghubung antara Kecamatan Pante Bidari dan Indra Makmur.
Menariknya, pembangunan jembatan ini akan menggunakan dana yang semula dialokasikan untuk pengadaan mobil dinas pribadi Bupati. Anggaran sebesar Rp850 juta tersebut dicoret dan sepenuhnya dialihkan demi kepentingan masyarakat.
“Jembatan ini sudah roboh dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka akan segera kita bangun tahun ini dengan mencoret anggaran mobil dinas pribadi saya sebesar Rp850 juta dan mengalihkannya untuk pembangunan jembatan ini,” tegas Bupati Al-Farlaky saat meninjau lokasi, Senin, 4 Agustus 2025.
Ia menambahkan, apabila anggaran tersebut belum mencukupi, maka pembangunan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
Jembatan Alue Mirah sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur tersebut kerap dilalui petani yang membawa hasil panen seperti sawit, kakao, karet, dan tanaman palawija. Untuk mencapai Gampong Alue Mirah, warga harus menempuh perjalanan sejauh 11 kilometer dari jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh atau dari Lhok Nibong.
Sejak jembatan ambruk, masyarakat hanya bisa menggunakan jembatan darurat dari batang kelapa yang sangat rawan dan telah menyebabkan insiden warga terjatuh ke sungai.
“Pante Bidari ini punya potensi alam yang luar biasa. Mulai dari perkebunan sawit, kakao, karet, hingga tanaman pangan. Tapi akses jalan dan jembatan yang layak menjadi kunci agar potensi ini bisa benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Bupati Al-Farlaky.
Langkah cepat Bupati disambut baik oleh masyarakat setempat. Mereka menilai keputusan tersebut berpihak langsung pada kebutuhan masyarakat pedalaman.
“Jembatan ini adalah nadi ekonomi kami. Setiap hari kami mengaksesnya untuk membawa hasil panen. Kami sangat berharap pembangunan segera dimulai,” ujar Abdullah, salah seorang warga.
Abdullah juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jembatan darurat yang bisa roboh kapan saja, terutama saat musim hujan dan banjir.
“Kami tidak ingin ada korban lagi di sini. Kami sangat butuh sentuhan Pak Bupati dengan segera. Terima kasih banyak, Pak Bupati, atas perhatiannya,” tambahnya.
Selain meninjau lokasi Jembatan Alue Mirah, Bupati Al-Farlaky juga mengunjungi dua jembatan lain di Gampong Buket Rata, Kecamatan Pante Bidari, yang juga dalam kondisi memprihatinkan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur Dr. Darmawan Ali, Camat Pante Bidari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bustami, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Keuangan Daerah Zulkifli, pejabat dari Satpol PP dan WH, Kepala Puskesmas, serta perwakilan dari Bappeda.(Waty)
