ACEH SELATAN, BRANTAS86.com
Kisah pilu dialami Rehan Firja, seorang anak yatim berusia 10 tahun yang tinggal di Desa Kampung Padang, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (4/11/2026).
Selama enam tahun terakhir, Rehan tidak mampu berjalan seperti anak-anak seusianya. Kondisinya kini semakin memprihatinkan karena mulai mengalami kesulitan menggerakkan tangan dan kaki, bahkan untuk makan.
Rehan merupakan putra dari Yusrina dan almarhum Aidir. Sejak berusia sekitar empat tahun, Rehan mulai mengalami kondisi yang menyebabkan dirinya tidak dapat berjalan. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut semakin memburuk hingga memengaruhi hampir seluruh aktivitas sehari-harinya.
Ironisnya, hingga kini Rehan belum pernah mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan medis di rumah sakit. Akibatnya, penyebab pasti kondisi yang dialaminya belum diketahui. Keluarga berharap Rehan dapat segera memperoleh pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Kondisi kesehatan tersebut juga berdampak terhadap pendidikan Rehan. Ia diketahui pernah mengenyam pendidikan hingga kelas II Sekolah Dasar (SD), namun terpaksa putus sekolah karena keterbatasan fisik yang dialaminya.
Di tengah kondisi tersebut, ibunda Rehan, Yusrina, berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan maupun pihak terkait agar anaknya dapat segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan medis.
“Harapan kami, pemerintah bisa membantu membawa anak kami ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Kami ingin Rehan mendapatkan penanganan yang layak, sehingga kondisinya bisa membaik dan memiliki kesempatan untuk beraktivitas seperti anak-anak lainnya,” ungkap Yusrina.
Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Sukardin Amin, turut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Rehan yang semakin memprihatinkan.
“Kami sangat berharap adanya uluran tangan dari pemerintah daerah, khususnya bantuan medis untuk Rehan. Kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan. Kami berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi agar Rehan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” harap Sukardin Amin.
Senada dengan itu, Keuchik Desa Kampung Padang, Aidi Rahman, juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada Rehan beserta keluarganya.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat memberikan perhatian kepada Rehan. Sebagai warga kami, tentu kami sangat mengharapkan adanya bantuan dan tindakan nyata dari pemerintah agar Rehan bisa segera mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan,” ujar Aidi Rahman.
Menurut keluarga dan perangkat desa, bantuan serta pendampingan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar Rehan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan medis, dukungan berupa fasilitasi transportasi dan pembiayaan pengobatan juga diharapkan dapat meringankan beban keluarga.
Kisah Rehan Firja menjadi perhatian kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian berbagai pihak. Di usianya yang masih 10 tahun, ia harus menghadapi keterbatasan fisik yang telah berlangsung selama enam tahun, bahkan kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan seperti anak-anak seusianya.
(AR)
