Deliserdang Brantas86.com
Kepala sekolah SMN1, Namo Rambe, Anna Simajuntak , terkesan melakukan pembiaran terhadap siswa anak didik nya memarkirkan kendaraan nya di luar komplek sekolah, hingga sulit di deteksi aktipitas siswa yang kerap cabut di saat jam belajarsedang berlangsung.
Pantauan awak media Brantas86.com , di lapangan , pada senin 3/11/2025., terpantau , ratusan kendaraan milik siswa/siswi pelajar SMAN1 Namo Rambe terparkir di luar komplek sekolah .
Yang mengakibat kan sering nya para siswa cabut pada saat jam belajar , dan melakukan balapan liar, seperti yang telah terjadi pada 28 oktober yang silam.
Padahal menurut penuturan seorang guru yang enggan menyebut namanya, yang mengajar di sekolah tersebut, masih lebar kali komplek sekolah ini . Bahkan mampu menampung ratusan kendaraan di komplek sekolah ini. .ujar guru tersebut kepada wartawan.
Sebelum nya di beritakan , adanya aksi balapan liar para anak didik di sekolah ini, di saat jam belajar berlangsung, dan dari kejadian tersebut, mengakibatkan 2 siswa cedera dan terpaksa di larikan ke rumah sakit Sembiring, Delitua.
Mengetahui permasalahan di SMAN1 .Namo Rambe, yang kerap tampil menjadi topik pemberitaan di plat form media, wakil ketua dewan pimpinan pusat lembaga swadawa masarakat, DPP LSM KOMNAS, Wira Ginting , meminta kepada kepala cabang dinas (KACABDIS) SMA wilayah 1 propinsi Sumatra Utara, bapak DAVID ELTOM NAINGGOLAN S.STP SP, , agar mencopot kepala sekolah SMAN1.N.Rambe, Anna Simajuntak , karna di nilai tidak becus melakukan pembinaan dan peningkatan standar mutu bagi peserta didik di sekolah tersebut.
Saya selaku wakil ketua DPP LSM KOMNAS, meminta kepada kacabdis propinsi Sumatra Utara, agar mencopot kepala sekolah Anna Simajuntak , karna di nilai gagal melakukan pembinaan dan peningkatan standar mutu pendidilan bagi peserta didik di SMAN1.Namo Rambe. Ujar Wira saat di temui di kantor nya.
Menanggapi hal tersebut .kepala cabang dinas SMA propinsi Sumatra utara, David Eltom Nainggolan S.STP.SP, memberikan penjelasan , terkait masalah yang terjadi baru baru ini di SMAN1.Namo rambe, beluau menjelaskan bahwa , kejadian tersebut .berlangsung para siswa yang terlibat balapan liar tersebut, cabut pada jam belajar . Mereka melompat pagar. Dan melakukan balapan liar tersebut.
Untuk penanganan nya , saat ini kita terus pantau .dan sudah mulai membaik , dan satu diantara nya , sudah masuk sekolah.
Sejauh ini , pihak sekolah sudah melakukan pembinaan terhadap para siswa, agar tidak melibat kan diri pada hal hal yang dapat merugikan siswa itu sendiri, dan tetap mengikuti proses belajar mengajar untuk kemajuan pendidikan di sekolah tersebut., ujar David , saat di konfirmasi via whatsaap nya .
(P.LIMBONG)
