Deli Serdang, BRANTAS86, Bandar Udara Internasional Kualanamu kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan konektivitas global. PT Angkasa Pura Aviasi menyambut penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai SalamAir yang resmi membuka layanan langsung rute Muscat (MCT)–Kualanamu (KNO)–Muscat, Sabtu (5/7).
Pembukaan rute ini bukan sekadar penambahan jaringan penerbangan internasional, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kualanamu sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia bagian barat yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Kesultanan Oman serta kawasan Timur Tengah.
Penerbangan perdana tersebut dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A321 berkapasitas 212 kursi. Antusiasme pasar terlihat sejak hari pertama operasional dengan tingkat keterisian yang sangat tinggi. Sebanyak 164 penumpang tiba dari Muscat, sementara 197 penumpang diberangkatkan kembali menuju Oman melalui Bandara Internasional Kualanamu.
Sebagai bentuk penghormatan atas dimulainya layanan baru tersebut, PT Angkasa Pura Aviasi menggelar SalamAir Inaugural Flight Ceremony di Gate 2 Keberangkatan Internasional. Prosesi berlangsung meriah dengan tradisi Water Cannon Salute, penyambutan penumpang menggunakan tarian tradisional dan pengalungan bunga, dilanjutkan seremoni pemotongan pita serta kue sebagai simbol dimulainya era baru konektivitas udara antara Sumatera Utara dan Timur Tengah.
Momentum bersejarah itu turut dihadiri jajaran manajemen PT Angkasa Pura Aviasi, Duta Besar Kesultanan Oman untuk Republik Indonesia H.E. Sheikh Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, Regional Manager Sales SalamAir Waheed Al Bulushi, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, PT JAS Airport Services, instansi pemerintah, serta komunitas bandar udara di Kualanamu.
Managing Director PT Angkasa Pura Aviasi, Ravishankar Saravu, mengatakan kehadiran SalamAir menjadi pencapaian strategis dalam upaya memperluas jaringan penerbangan internasional Kualanamu.
“Kami menyambut dengan penuh antusias kehadiran SalamAir di Bandara Internasional Kualanamu. Rute Muscat–Kualanamu menjadi langkah strategis untuk memperluas konektivitas internasional Sumatera Utara sekaligus memperkuat posisi Kualanamu sebagai gerbang udara utama Indonesia bagian barat. Kami optimistis rute ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, investasi, serta mobilitas masyarakat antara Indonesia dan kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Menurut Ravishankar, PT Angkasa Pura Aviasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan maskapai penerbangan dan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan lebih banyak rute internasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Regional Manager Sales SalamAir, Waheed Al Bulushi, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan positif masyarakat terhadap penerbangan perdana menuju Medan.
“Kami merasa terhormat dapat meresmikan penerbangan langsung SalamAir dari Muscat ke Medan. Penerbangan perdana ini mencatat tingkat keterisian lebih dari 90 persen, begitu pula penerbangan kembali dari Medan ke Muscat yang juga berada di atas 90 persen.”
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas langsung Indonesia–Oman terus meningkat.
Saat ini SalamAir melayani penerbangan Muscat–Kualanamu sebanyak dua kali setiap pekan, yakni Rabu dan Sabtu. Melihat tingginya respons pasar, maskapai berencana meningkatkan frekuensi menjadi tiga kali seminggu mulai September mendatang.
Waheed menambahkan, Medan dipilih sebagai destinasi pertama SalamAir di Indonesia karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar, didukung kekayaan budaya, kuliner, serta destinasi wisata yang beragam.
“Kami percaya masyarakat Oman akan menikmati keindahan Medan dan Sumatera Utara. Sebaliknya, kami juga mengundang masyarakat Indonesia untuk mengunjungi Oman dan merasakan kekayaan alam, budaya, serta keramahan masyarakat kami.”
Rute Muscat–Kualanamu memberikan akses yang lebih cepat bagi masyarakat Sumatera Utara menuju Oman maupun berbagai kota di Timur Tengah melalui jaringan penerbangan SalamAir.
Penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pukul 02.55 WIB dan kembali berangkat menuju Muscat pada pukul 03.40 WIB setiap hari Rabu dan Sabtu.
Kehadiran layanan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara, memperkuat hubungan bisnis dan perdagangan, membuka peluang investasi baru, serta mendukung pertumbuhan sektor logistik dan ekonomi regional.
Lebih dari sekadar membuka jalur penerbangan baru, kehadiran SalamAir menegaskan semakin kuatnya posisi Bandar Udara Internasional Kualanamu sebagai simpul konektivitas internasional yang terus berkembang dan menjadi gerbang strategis Indonesia menuju kawasan Timur Tengah.(Waty)
