Medan Brantas86, 31 Oktober 2025 — Panti Asuhan Tyranus yang beralamat di Jalan Nusa Indah II Pemda, Kelurahan Medan Tuntungan, resmi menyerahkan hak asuh dua anak asuhnya kepada badan hukum Yeniria Gulo. Penyerahan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang beredar di media online mengenai dugaan penahanan dua anak oleh pihak panti.
Kabar tersebut sempat menimbulkan keresahan di lingkungan panti, terutama setelah kedatangan massa dari berbagai instansi pemerintah, kepolisian, dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang datang untuk mengambil dua anak tanpa pemberitahuan resmi kepada pihak pengelola panti.
Menurut penjelasan pengurus Panti Asuhan Tyranus, pihaknya tidak pernah menahan anak tersebut ataupun mengubah keyakinan mereka. Hal ini diperkuat oleh keterangan Desiani Gulo, pihak yang sebelumnya menyerahkan kedua anak kepada panti, serta bukti Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan bahwa ibu dan kedua anak tersebut menganut kepercayaan Kristiani.
Ketika Yeniria Gulo datang untuk mengambil anak-anak tersebut, pihak panti meminta agar proses pengambilan dilakukan dengan melibatkan Desiani Gulo dan saksi-saksi yang hadir saat penyerahan awal. Namun, karena pihak Yeniria tidak dapat menghadirkan mereka, timbul kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi pemberitaan bahwa panti menahan anak.
Setelah dilakukan pertemuan dan penjelasan lengkap mengenai kronologi yang sebenarnya, seluruh pihak terkait—termasuk Dinas Sosial, PPA, Kepolisian, dan perwakilan ormas—memahami situasi yang terjadi. Akhirnya, kedua anak, David dan Febe, diserahkan kembali kepada ibu kandung mereka melalui kuasa hukum Sultoni Hasibuan, dengan pertimbangan bahwa sang ibu tengah dalam kondisi hamil tua dan segera melahirkan.
Sebelum penyerahan, kedua anak telah diperiksa oleh dokter dari RS Adam Malik dan dinyatakan dalam keadaan sehat. Pihak panti menegaskan bahwa selama dalam pengasuhan, anak-anak tersebut dirawat dengan penuh kasih sayang, yang terlihat dari kedekatan emosional mereka, khususnya Febe yang sempat histeris saat proses penyerahan berlangsung.
“Kami menyerahkan kedua anak ini dengan disaksikan pihak pemerintah dan instansi terkait, dalam keadaan sehat. Mulai malam ini mereka bukan lagi tanggung jawab kami, dan kami tidak memiliki tuntutan di kemudian hari,” ujar perwakilan Panti Asuhan Tyranus.
Berdasarkan keterangan dari sumber-sumber di Medan Sumut Pos, pemberitaan sebelumnya di beberapa media online tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan langsung oleh pihak pengelola Panti Asuhan Tyranus.(Edwin/Red)
