Deliserdang Brantas86.com
Ratusan masarakat desa Penungkiren Kecamatan Stm Hilir, kabupaten Deliserdang, gelar aksi, di kantor camat Talun Kenas, dengan tuntutan, copot kepala desa, Penungkiren. Pada Selasa 7/7/2026.
Dalam orasinya yang ber api api, Edi Barus, meminta agar kades Penungkiren segera di copot dari jabatan nya, sebagai kepala Desa.
Karna kedes tersebut di nilai arogan dan diktator .
Selain dari pada itu, tegas Edi Barus, kades tersebut tidak trasparan dalam , penggunaan anggaran dana desa.
Bahkan papan informasi desa , tidak terpampang di kantor desa, ujar nya.
Sebelum nya, kades tersebut melalui kepala dusun I, Penungkiren inisial E S melaporkan 6 orang warga nya, ke polsek Talun kenas melalui dumas. Karna warga tersebut bergotong royong, menutupi pondasi kopdes merah putih, yang di bangun di areal wakap masarakat .
Pernyataan ini di sampaikan Edi Barus , di depan ratusan masarakat desa Penungkiren, yang di kawal ketat oleh aparat kepolisian polresta Deliserdang ,di bantu personel polsek Talun kenas.
Kehadiran mereka, langsung di respon oleh camat Stm Hilir, Sandi Sihombing , dan aparatur pemerintahan kecamatan Stm Hilir.
Dalam Arahan nya, Camat Stm Hilir, hadir sebagai mediator, apa yang menjadi tuntutan masarakat.
Pada prinsip nya, pemerintah desa itu , sebagai pelayan masarakat.tidak sepatut nya, seorang kepala desa berbicara kasar kepada masarakat .
Saya tegaskan lagi , untuk kedepan nya, jangan ada lagi penyampaian atau bahasa kasar kepada masarakat, tegas Camat Stm Hilir,
Hingga berita ini di terbitkan , kepala desa Penungkiren , Mardan Tarigan , belum dapat di konfirmasi,
Namun pihak redaksi Brantas86.com, tetap menerima sanggahan terkait berita ini,
(P.Llimbong)
