DELISERDANG, BRANTAS86.com
Sebaran asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deli Serdang, Kamis (15/10/2026). Tiga penerbangan menuju sejumlah daerah di Sumatera Utara dan Aceh terpaksa dibatalkan, sementara beberapa penerbangan lainnya sempat mengalami keterlambatan.
Humas PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu, Muhammad Zul Andrika, membenarkan adanya pembatalan tersebut saat dikonfirmasi awak media di Medan, Kamis sore.
Ia menjelaskan, tiga penerbangan yang dibatalkan masing-masing dioperasikan Susi Air dengan tujuan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Mandailing Natal (Madina), Susi Air tujuan Bandara Rembele, Aceh, serta Wings Air dengan tujuan Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Menurut Zul Andrika, penerbangan Susi Air menuju Mandailing Natal semula hanya mengalami penundaan pada Kamis pagi. Namun, kondisi cuaca yang masih belum memungkinkan membuat penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan.
“Awalnya, Susi Air tujuan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Madina, itu ditunda pada pagi tadi. Tetapi, karena cuaca masih buruk, akhirnya dibatalkan. Jadi, totalnya ada tiga penerbangan yang dibatalkan,” ujarnya.
Meski sejumlah penerbangan terdampak, ia memastikan operasional penerbangan lainnya di Bandara Kualanamu tetap berlangsung. Secara umum, aktivitas bandara masih berjalan normal, meskipun terdapat penyesuaian jadwal pada beberapa rute.
Zul Andrika mengungkapkan, sejak Kamis pagi tercatat empat penerbangan mengalami keterlambatan. Hingga sore hari, salah satu penerbangan yang masih mengalami penyesuaian jadwal adalah AirAsia Malaysia (AK) dengan tujuan Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Pesawat tersebut semula dijadwalkan berangkat pukul 17.50 WIB. Namun, setelah mengalami keterlambatan selama 40 menit, jadwal keberangkatannya diubah menjadi pukul 18.30 WIB.
Sementara itu, keterlambatan paling lama tercatat mencapai tiga jam 35 menit, yakni pada penerbangan J&T Express dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.
“Semua penerbangan yang mengalami keterlambatan sejak pagi hingga pukul 16.35 WIB sudah diterbangkan kembali,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran asap dan cuaca yang kurang mendukung dapat memengaruhi kelancaran konektivitas udara, terutama pada rute-rute penerbangan perintis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.
Pihak bandara pun terus memantau perkembangan operasional penerbangan guna memastikan aktivitas di Kualanamu tetap berjalan sesuai kondisi keselamatan dan operasional yang berlaku.
Catatan redaksi: Informasi mengenai penyebab pembatalan dan keterlambatan dalam berita ini merujuk pada keterangan narasumber. Untuk menjaga akurasi, hubungan langsung antara sebaran asap dan keputusan pembatalan penerbangan sebaiknya dipastikan kembali kepada pihak bandara atau maskapai terkait.(Waty)
