JAYAPURA, BRANTAS86.com
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Trisila Hamadi, Kota Jayapura, Senin (5/10/2026), tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan panjang pengabdian TNI.
Di balik peringatan tersebut, terselip pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dan sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Tanah Papua.
Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir turut hadir dalam upacara yang dipimpin Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana selaku inspektur upacara.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto, Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Mokh. Mukhson, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, serta jajaran Forkopimda dan pejabat TNI-Polri di Papua.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam XVII/Cenderawasih, peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema “Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa kekuatan TNI tidak hanya bertumpu pada kemampuan pertahanan, tetapi juga pada kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat.
Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS TNI atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang diberikan kepada bangsa dan negara.
Kepercayaan masyarakat, lanjutnya, merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“TNI akan melakukan peningkatan profesionalisme dan integritas prajurit, kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan lingkungan strategis dan teknologi pertahanan,” ujar Panglima TNI dalam amanatnya.
Wakapolda: Jangan Biarkan Soliditas TNI-Polri Melemah
Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir menilai peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan dan soliditas antara TNI dan Polri.
Menurutnya, kondisi Papua yang memiliki tantangan keamanan tersendiri membutuhkan kerja sama yang erat, komunikasi yang terbuka, serta koordinasi yang berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan.
“Soliditas TNI-Polri merupakan kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, sehingga sinergi dan komunikasi yang telah terbangun harus terus dipelihara demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ungkapnya.
Muhajir menegaskan, menjaga keamanan Papua bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri. Pemerintah daerah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan langkah bersama, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Tanah Papua,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Jayapura pun menjadi pengingat bahwa menjaga Papua bukan semata soal kekuatan dan keamanan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, kebersamaan, dan rasa aman bagi masyarakat.(Waty)
