Asahan,Brantas86.com
Memasuki bulan ke 4 tahun 2026, penjualan pod getar mirip vave semakin marak di wilayah Kabupaten Asahan, khususnya di seputaran Kota Kisaran. Jika dikonsumsi, pemakai pod getar ini mirip zombie.
Peredaran dan penjualan pod getar diduga seperti kacang goreng inipun diharapakan menjadi perhatian serius Polres setempat.
Padahal, pertengahan tahun 2025 hingga bulan Februari tahun 2026, Satnarkoba Polres Asahan berhasil mengamankan setidaknya 2.690 cartridge vape, cairan mengandung zat narkotika yang ada di dalam pod getar dan berikut 4 orang pelaku turut diamankan.
Hal ini tentu saja menjadi tanda tanya besar dan perbincangan hangat masyarakat khususnya kalangan jurnalis di Asahan. Apakah pengungkapan kasus itu justru semakin mendongkrak peredaran pod getar atau sebaliknya.
“Memang banyak ditangkapi, tapi kok seperti jual kacang goreng pula pod getar di Asahan ini, khususnya di Kota Kisaran. Harusnya makin banyak ditangkapi makin sediklah peredarannya,” cetus Dolly Simbolon, kepada sejumlah wartawan, Senin(6/2/2026) di Kisaran.
Dolly menyebut, hendaknya pihak Satnarkoba Polres Asahan harus memberantas peredaran pod getar di Asahan ini. Yang ditakutkan, akan banyak para remaja yang akan menjadi korban setelah mengkonsumsi barang haram ini, tuturnya.
“Pod getar ini beda sama narkoba yang lain. Dia lebih berkelas karena dipadu dengan vape. Pakek nya pun bisa dimana aja dan gak harus ditempat yang tertutup. Jadi, masyarakat juga harus waspada terhadap peredaran pod getar di Asahan ini,” bebernya.
Saya harap pihak Satnarkoba segera bertindak sebelum banyak remaja menjadi korban akibat barang yang lagi trend ini,” tegas Dolly yang juga sebagai Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Asahan.
Informasi diperoleh, cairan super kelas yang beredar ini adalah merk pod getar yang diminati saat ini yakni narkoba, Yakuza, Ki-pods dan Lamborghini 88.
“Soal harga ya bervariasi. Ada yang Rp.2,2 juta langsung liquid dan ada Rp.1,2 juta hingga Rp. 1,8 juta gak pake liquid,” ujar beberapa sumber.
Menanggapi maraknya peredaran pod getar di Kota Kisaran ini, Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani yang dicoba dikonfirmasi beberapa wartawan lewat WhatsApp menjawab, terimakasih infonya pak. Kami tindaklanjuti (tinjut) dengan melakukan penyelidikan atas info dimaksud, balas Revi.(tim)
