DELI SERDANG, BRANTAS86.com
Hamparan tanaman cabai merah di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, kini semakin luas. Bukan sekadar mengejar hasil panen, bertambahnya petani yang menanam cabai juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu menekan gejolak harga cabai di pasaran.
Perubahan itu terlihat di tengah aktivitas panen cabai merah bersama di Dusun Kauman, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri, Sugiarto, mengatakan jumlah kelompok tani yang kini membudidayakan cabai mengalami peningkatan cukup signifikan.
Menurutnya, Gapoktan Mandiri saat ini menaungi 11 kelompok. Jika sebelumnya hanya lima kelompok yang aktif menanam cabai, kini seluruh kelompok telah ikut membudidayakan komoditas tersebut.
“Sekarang semua kelompok sudah mulai menanam. Kami juga rapat dulu sebelum tanam dan menyepakati kapan mulai tanam,” ujar Sugiarto.
Pola tanam yang disepakati bersama, lanjutnya, tidak hanya membuat produksi lebih teratur, tetapi juga membantu petani dalam mengantisipasi serangan hama. Dengan waktu tanam yang lebih terkoordinasi, panen dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Dengan pola tanam yang teratur, pengendalian hama juga lebih mudah dan panen bisa terus-menerus,” katanya.
Sugiarto menyebut, meningkatnya aktivitas budidaya cabai juga mulai memberikan dampak terhadap kondisi keuangan kelompok tani. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengembangan komoditas cabai mulai memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, mengapresiasi langkah petani memperluas lahan tanam cabai. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan agar peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan.
Dukungan tersebut mencakup kebutuhan sarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai pengaturan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas.
“Pemerintah pada prinsipnya pasti mendukung kebutuhan petani untuk memaksimalkan hasil, menjaga stabilitas komoditas, sekaligus menjaga penyangga pangan,” ujar Asri.
Namun, persoalan cabai tidak hanya berada di tingkat produksi. Ketika harga di pasaran meningkat, pemerintah juga perlu melakukan intervensi agar masyarakat tetap dapat memperoleh komoditas tersebut dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk merespons kondisi tersebut, Pemkab Deli Serdang mengoperasikan Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (TOPPIS) di enam titik pasar tradisional. Selain itu, operasi pasar murah juga dilakukan sebagai salah satu langkah menjaga kestabilan harga.
Menariknya, petani lokal turut dilibatkan dalam memasok cabai ke TOPPIS. Langkah tersebut membuat intervensi pemerintah tidak hanya menyasar konsumen, tetapi sekaligus membuka akses pasar bagi hasil produksi petani.
“Pembelian cabai di TOPPIS dibatasi maksimal satu kilogram per keluarga agar manfaat intervensi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” jelasnya.
Pemkab Deli Serdang juga berencana memperkuat kerja sama dengan daerah lain sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan pasokan cabai dan mengantisipasi fluktuasi harga.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, menegaskan peningkatan produksi tidak boleh berhenti pada bertambahnya jumlah panen. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian pada akhirnya harus tercermin dari membaiknya taraf ekonomi petani.
Karena itu, pemerintah akan melihat perkembangan ekonomi petani melalui sejumlah indikator, termasuk pertumbuhan tabungan, penggunaan QRIS, hingga aktivitas perbankan lainnya.
“Intinya, tingkat ekonomi masyarakat dan petani akan kita ukur. Salah satu indikatornya adalah peningkatan tabungan, penggunaan QRIS, serta instrumen-instrumen lain yang berkaitan dengan perbankan,” kata Lom Lom.
Dengan semakin luasnya penanaman cabai, dukungan pemerintah di sektor produksi, intervensi pasar, serta kerja sama antardaerah, pemerintah berharap tercipta keseimbangan antara harga yang terjangkau bagi masyarakat dan keuntungan yang layak bagi petani.
Panen cabai merah bersama tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, Direktur BUMD Bhinneka Perkasa Jaya, serta sejumlah kelompok tani.(Waty)
