PALEMBANG, BRANTAS86.com
Organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) kembali memperluas jaringan organisasinya di Sumatera Selatan. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWO Indonesia Kota Palembang resmi terbentuk dengan menunjuk Ferdy Yupa sebagai Ketua.
Pembentukan kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IWO Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Nomor: 0005/SK/IWOI/DPD Kota Palembang/XI/2026.
Terbentuknya kepengurusan baru ini menjadi bagian dari upaya penyegaran sekaligus menghidupkan kembali roda organisasi IWO Indonesia di Kota Palembang. Sebelumnya, kepengurusan di daerah tersebut disebut mengalami kevakuman sehingga aktivitas dan program organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kini, dengan hadirnya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ferdy Yupa, IWO Indonesia Sumatera Selatan berharap keberadaan organisasi di Kota Palembang dapat kembali aktif dan memberikan manfaat bagi insan pers.
Bukan sekadar mengganti struktur kepengurusan, momentum tersebut juga diharapkan menjadi awal untuk membangun konsolidasi internal, memperkuat solidaritas antaranggota, serta menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan.
Ketua DPW IWO Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Sakrin, membenarkan terbentuknya DPD IWO Indonesia Kota Palembang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/11/2026).
Menurut Sakrin, pembentukan DPD Kota Palembang merupakan bagian dari program pengembangan organisasi sekaligus tanggung jawab DPW dalam memperluas jaringan IWO Indonesia di wilayah Sumatera Selatan.
“Iya, benar. IWO Indonesia kini sudah terbentuk di Kota Palembang. Ini merupakan salah satu program kerja organisasi untuk mengembangkan kepengurusan di daerah yang menjadi tanggung jawab kami selaku pengurus DPW,” ungkapnya.
Sakrin berharap kehadiran IWO Indonesia di Kota Palembang dapat menjadi wadah sekaligus rumah bersama bagi insan pers, khususnya wartawan media siber dan para pemilik perusahaan media.
Menurutnya, organisasi pers tidak hanya berfungsi sebagai tempat berhimpun, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong profesionalisme dan menjalankan fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Termasuk di dalamnya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kritik, koreksi, maupun saran yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Semoga dengan hadirnya IWO Indonesia di Kota Palembang, organisasi ini dapat menjadi wadah atau rumah bagi para insan pers, khususnya wartawan online maupun para pemilik media,” tambah Sakrin.
Ia juga berharap kepengurusan yang dipimpin Ferdy Yupa mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, solid, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga IWO Indonesia Kota Palembang dapat berkembang sesuai visi dan misi organisasi.
DPP Sambut Positif
Terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWO Indonesia, Dr. Nisan Radian, S.H., S.Akun., M.H., M.Pd., turut menyambut positif terbentuknya DPD IWO Indonesia Kota Palembang.
Menurut Nisan Radian, terbentuknya kepengurusan baru tersebut merupakan langkah positif dalam memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat keberadaan IWO Indonesia di daerah.
“Saya menyambut baik terbentuknya DPD IWO Indonesia Kota Palembang. Ini merupakan langkah positif dalam memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran IWO Indonesia dalam membangun profesionalisme insan pers di daerah,” ungkap Nisan melalui sambungan WhatsApp.
Ia menjelaskan, IWO Indonesia merupakan organisasi yang bersifat independen, demokratis, dan terbuka, dengan salah satu fokus utama pada pengembangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) insan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan tidak berhenti pada persoalan struktur dan kepengurusan, tetapi mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota.
Sejumlah program yang menjadi perhatian IWO Indonesia antara lain peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan melalui pelatihan jurnalistik secara berkala.
Selain kemampuan jurnalistik, wartawan juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi digital, termasuk memahami pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung kerja jurnalistik, terutama untuk membantu proses pengolahan, verifikasi informasi, dan data.
Di sisi lain, IWO Indonesia juga mendorong penguatan advokasi serta perlindungan hukum bagi wartawan yang menghadapi persoalan maupun ancaman ketika menjalankan tugas jurnalistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Persoalan kesejahteraan insan pers serta terciptanya ekosistem media siber yang profesional, independen, dan bertanggung jawab juga menjadi perhatian organisasi.
Tidak kalah penting, IWO Indonesia berkomitmen ikut mengambil bagian dalam memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks, disinformasi, serta konten bermuatan SARA yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ferdy Yupa Siapkan Sejumlah Program
Sementara itu, Ketua DPD IWO Indonesia Kota Palembang, Ferdy Yupa, mengaku serius menerima amanah tersebut. Ia melihat adanya potensi besar yang dapat dikembangkan melalui organisasi IWO Indonesia, khususnya dalam membangun jaringan dan meningkatkan kualitas insan pers.
Ferdy menilai IWO Indonesia merupakan organisasi pers berskala nasional dengan jaringan kepengurusan yang telah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
“IWO Indonesia ini merupakan organisasi pers berskala nasional. Jaringannya sudah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Saya melihat ada potensi besar yang bisa dikembangkan melalui organisasi ini,” ujarnya.
Menurut Ferdy, berbagai program yang dimiliki IWO Indonesia dapat menjadi ruang bagi para wartawan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Untuk tahap awal, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna merealisasikan sejumlah program organisasi di Kota Palembang.
Salah satunya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kapasitas sumber daya manusia insan pers.
“Ke depannya, kami akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk menyelenggarakan pelatihan dan kegiatan jurnalistik, khususnya di Kota Palembang. Harapannya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM para wartawan,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi, Ferdy juga menaruh perhatian terhadap pentingnya advokasi dan perlindungan hukum bagi wartawan ketika menjalankan tugas profesinya.
“Melalui IWO Indonesia, saya berharap para wartawan memiliki wadah organisasi yang dapat memberikan pendampingan, advokasi, dan perlindungan hukum ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” tutup Ferdy.
Dengan terbentuknya DPD IWO Indonesia Kota Palembang, lembaran baru organisasi pun resmi dimulai.
Kepengurusan di bawah kepemimpinan Ferdy Yupa diharapkan mampu mengakhiri kevakuman, menghidupkan kembali aktivitas organisasi, serta membangun solidaritas yang lebih kuat di antara insan pers.
Lebih dari sekadar hadir dengan struktur baru, IWO Indonesia Kota Palembang diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan, tempat bertukar gagasan, meningkatkan kompetensi, memperjuangkan profesionalisme, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui kerja jurnalistik yang independen dan bertanggung jawab.(Waty)
